Pasang iklan

Harga TBS Sawit Riau Meroket, Umur Jadi Prioritas Utama

Gema.id Riau – Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Riau saat itu terus mengalami kenaikan.Periode 7 s/d 13 Agustus 2019 ini diperkirakan kenaikan untuk semua umur Pada Tandan Buah Segar  kelapa sawit.

Kenaikan tertinggi untuk kelompok yang berumur 10 s/d 20 Tahun senilai Rp 40,06 untuk per kilogram.

Kenaikan TBS didasari dari penetapan harga yang dibuat Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Riau pada periode (7/9/2019) sampai dengan  (6/8/2019).

Menurut Tengku Neni Mega Ayu selaku kasi di DTPHP Provinsi Riau pada hari Rabu (7/8/2019), setiap kelompok umur kelapa sawit mengalami kenaikan harga.

“Tapi kenaikan terbesar pada kelompok umur 10 – 20 tahun yang mengalami kenaikan harga sebesar Rp 40,06 per kilogram atau mencapai 2,98 persen dari harga minggu lalu, sehingga harga TBS periode saat ini menjadi Rp 1.385,01 per-kilogram,” jelas kasi DTPHP.

Tengku Neni juaga menjelaskan, Kenaikan harga TBS didorong oleh faktor internal dan faktor eksternal.

“Untuk faktor internal kenaikan harga TBS periode ini disebabkan oleh kenaikan harga jual CPO dan Kernel dari seluruh perusahaan yang menjadi sumber data,” ujarnya.

Untuk harga jual Crude Plam Oil (CPO), PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) V mengalami kenaikan sebesar Rp 180,80 per kilogram, Sinar Mas Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 123,00 per kilogram, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 139,55 per kilogram, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 138,43 per kilogram, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami kenaikan sebesar Rp 180,80 untuk per kilogram dari harga minggu sebelumnya.

“Sedangkan untuk harga jual kernel, Sinar Mas Group mengalami kenaikan sebesar Rp 270,64 per kilogram, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 250,91 per kilogram, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 263,00 per kilogram dan PT. Citra Riau Sarana mengalami kenaikan sebesar Rp 90,37 per kilogram dari harga minggu lalu,” kata Tengku Neni.

Tengku Neni memaparkan dengan jelas, Faktor eksternal yang membuat niaknya harga TBS pada tahun 2019 adalah karena adanya korelasi pertumbuhan konsumsi untuk bahan bakar solar dan minyak nabati.

“Namum dilain sisi saat ini sedang terjadi perlambatan produksi sehingga kita harus menjaga harga lebih tinggi sepanjang sisa tahun 2019 ini,” ungkapnya.

Dia juga menanmbahkan, hala lain yang berperan TBS meroket karena meningkatnya konsumsi biodiesel di Indonesia, hal tersebut terjadi karena tidak lepas dari komitmen pemerintah untuk mempercepat peningkatan konsumsi minyak sawit melalui B30.

Tandan Buah Segar No. 30 periode 7 sampai 13 Agustus 2019

  1. Umur 3th (Rp 1.022.90);
  2. Umur 4th (Rp 1.107,52);
  3. Umur 5th (Rp 1.209,90);
  4. Umur 6th (Rp 1.238,86);
  5. Umur 7th (Rp 1.287,06);
  6. Umur 8th (Rp 1.322,49);
  7. Umur 9th (Rp 1.353,44);
  8. Umur 10th-20th (Rp 1.385,01);
  9. Umur 21th (Rp 1.326,43);
  10. Umur 22th (Rp 1.319,80);
  11. Umur 23 th (Rp 1.314,28);
  12. Umur 24 th (Rp1.259,02);
  13. Umur 25 th (Rp 1.228,62);
  14. Indeks K : 85,41 %
  15. Harga CPO Rp. 6.470,01
  16. Harga Kernel Rp. 3.674,74
  17. NAIK Rp 40,06 per Kg utk umur 10-20 th.

Tinggalkan komentar

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)