Pasang iklan

Karhutla Kembali Landa Riau

GEMA.ID, Riau – Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) di Sumatera dan Kalimantan memberikan dampak kabut asap di beberapa daerah.

Kepulauan Riau, Jambi, Palembang, Banjarmasin, Palangkaraya bahkan negara tetangga Malaysia terselimuti kabut asap. Kualitas udara yang mulai memburuk menjadi masalah tersendiri, salah satunya penyebab meningkatnya penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di daerah yang terkena kabut asap.

Masalah kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Riau selalu saja terulang setiap tahunnya. Beberapa hari terakhir, kabut asap pekat kembali menyelimuti Pekanbaru, Riau. Bahkan, ada imbauan agar anak-anak dan orangtua umtuk sementara waktu tak keluar rumah.

Dampak dari kabut asap yang pekat di Riau, jarak pandang hanya berkisar 800 meter. Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera, Amral Fery mengatakan, pencemaran udara yang terjadi di delapan wilayah di Riau sudah berada di atas angka 300 atau telah mencapai level berbahaya bagi manusia.

Angka ini didapatkan dari pengamatan peralatan pemantau cuaca yang telah dianalisis dalam angka ISPU. Peristiwa tahunan kebakaran hutan dan lahan di Riau tidak terjadi kali ini saja.

Peristiwa serupa telah berulang setiap tahunnya. Kilas balik, pada 2015, hutan di kawasan Riau pernah mengalami kebakaran yang dapat dikategorikan parah yang juga menyebabkan terjadinya kabut asap yang mengakibatkan lebih dari 600.000 orang menderita ISPA, dan 9 orang anak di Riau serta Sumatera Selatan dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menghimbau kepada para kepala daerah di Provinsi Riau untuk benar-benar serius menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap. Dia menginginkan adanya tindakan nyata yang dilakukan.

Doni juga menyebutkan bahwa asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan adalah pembunuh yang tidak bisa dianggap remeh. Mengabaikan asap karhutla sama halnya membiarkan karhutla menjadi pembunuh potensial.

Oleh sebab itu, dia menyarankan semua elemen masyarakat ikut berperan untuk menanggulangi bahaya dari asap karhutla. Sinergi harus terus dijalin, mulai dari pencegahan sampai ke penanggulangan. “Bisa saja nanti kita dapat menanggulangi karhutla maka kita semuanya bisa menjadi pahlawan kemanusiaan. Jika gagal , kita akan menjadi pembunuh potensial,” tegas Doni.

Personil yang disiagakan ntuk menangani kebakaran hutan dan lahan tersebut sebanyak 5.809, jumlah ini berasal dari Korem 031/WB 2.200 orang, Lanud Roesmin Nurjadin 117 orang, Personil Polda Riau 2.200 orang, Personil TNI AL 31 orang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) 300 orang.


Serta, Pemadam Kebakaran 200 orang, Polisi Kehutanan 109 orang, Manggala Agni 210 orang, Masyarakat Peduli Api 292 orang, dan dari sejumlah perusahaan sebanyak 150 orang.

Tinggalkan komentar

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)