Pasang iklan

Kepemimpinan Gubri dan Wagubri Riau Masuki 6 Bulan, Penerapan Kebijakan Tuai Pro dan Kontra

...

Gema.id Pekanbaru – Pada tanggal (20/8/2019), tepat 6 bulan Bumi Lancang Kuning dibawah kepemimpinan Drs H Syamsuar MSi dan Edy Nasution.

Kebijakan dari dua orang tersebut tidak sedikit menuai pro dan kontra. Bahkan, aturan yang selama ini diterapkan tidak dihiraukan oleh sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Edy Nasution menjelaskan, kepemimpinan yang ia dapatkan dengan Pak Syamsuar bukan dengan cara yang salah.

Ia mengatakan bahwa kepemimpinannya tersebut merupakan amanah yang telah diberikan masyarakat untuk menjadiknan Riau lebih baik lagi.

Baca juga: Antisipasi Makar di Pilkades Serentak, Pemda Meranti Gelar Deklarasi Damai 2019

“Kepemimpinan kami sekarang ini hanya menjalankan aturan yang sudah ada. Kami tidak membuat aturan baru. Bagi yang mau ikut dengan kami sesuai aturan silahkan, bagi yang tidak mau juga tak apa-apa karena setiap perbuatan ada konsekuensinya,” ujar Edy Nasution.

Wakil Gubernur Riau tersebut memperumpamakan kebijakannya dengan seorang siswa yang seharusnya masuk sekolah pukul 07.00 WIB, akan tetapi ia bangun pukul 07.30 WIB dan dilakukannya selama tiga hari berturut-turut. Orang tua harus mengingatkan kepada anak untuk bangun lebih awal sema tiga hari, bukan membiarkan anaknya untuk bangun terlambat terus-menerus.

“Orangtua mengingatkan anaknya, sebagai bentuk tanggung jawab, karena tanggung jawab ini tidak hanya kepada manusia, tapi kepada Allah SWT. Tidak mungkin saya mengingatkan seseorang melakukan hal yang benar, lantas membiarkan seseorang melakukan hal yang salah dihadapan saya. Ketika saya dan Pak Syamsuar sudah menjalankan tanggung jawabnya kepada ASN, maka itu menjadi tanggung jawab ASN itu sendiri,” kata Edy Nasution selaku Wakil Gubernur Riau.

Baca juga: Komisi II DPRD Siak: Bupati Harus Cabut Izin PT DSI

Ungkap Edy Nasution, penerapan aturan yang dibuat tak semudah dengan membalikkan telapak tangan. Sama seperti dengan berpakaian yang telah ditetapkan, selama ini ASN terlena akhirnya tidak memperhatikan hal tersebut. Meskipun demikian, selagi ada usaha untuk memperbaiki agar lebih baik, tidak ada kata  yang tak mungkin.

“Seharusnya kita bersyukur, karena banyak orang yang membutuhkan pekerjaan saat ini. Kalau saja mereka yang tak bekerja ditanya, apakah sanggup menjalani aturan ini, pasti mereka sanggup. Apalagi kalau kita bekerja di perusahaan swasta profesional, pasti lebih ketat lagi aturannya. Kalau tidak ikut aturan bisa dipecat,” kata Edy Nasution.

Edy Nasution juga menghimbau kepada ASN yang mau ikuti aturan yang telah diterapakan silahkan, sebab itu adalah kewajiban dan tanggung jawab bersama.

Pro dan kontra itu merupakan hal yang biasa, saat ini kita haus bersama-sama membuat Riau lebih baik. Jangan fokus dengan yang sudah ada, tapi bagaimana caranya agar bisa menunjukkan prestasi dalam sebuah pekerjaan.

Baca juga: Aset Pemprov Riau Dikuasai Pihak Ketiga, Langkah BPKAD dalam Pengembalian

“Saya dan Pak Syamsuar, menegaskan kepada semua ASN Pemprov Riau untuk bekerja sesuai aturan. Tidak ada yang sempurna, kita hanya manusia yang tak luput dari salah. Tapi bagaimana usaha kita untuk menjadikan diri ini lebih baik,” ujar Edy Nasution.

Tinggalkan komentar