Pasang iklan

Lembaga Adat Melayu Riau Siap Dampingi Proses Hukum Ustadz Abdul Somad di Kasus Video ‘Salib’

...

Gema.id Riau – Ketua Umum (Ketum) Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Riau Datuk Seri Al Azhar mengatakan akan tetap mendampingi Ustadz Abdul Somad (UAS) pada kasus tuduhan penodaan agama ke Mabes Polri, Senin (19/8/2019).

Pasalnya UAS merupakan pengurus dari LAMR  serta menyandang gelar adat kehormatan Melayu Riau, Datuk Seri Ulama Setia Negara.

Lembaga Adat Melayu menanggapi gencarnya pemberitaan mengenai tuduhan Ustads Abdul Somad yang telah menista agama tertentu sampai dilaporkan ke kepolisian.

Ustadz Abdul Somad dilaporkan ke Mabes Polri pada dugaan penistaan agama oleh sekelompok orang yang mengatas namakan dirinya sebagai Presiden Rakyat Menggugat dengan barang bukti potongan vidio yang viral di Media Sosial (Medsos).

Ketua Majelis Kerapatan Adat dan Datuk Seri Syahril menyampaikan bahwa LMR mempunyai sumber daya yang memadai untuk mendampingi UAS karena organisasi ini juga memiliki Lembaga Badan Hukum (LBH) yang telah siap sedia untuk mendampingi Ustads Abdul Somad pada persoalan hukum.

Ustadz Abdul Somad telah membuat klarifikasi mengenai tuduhan yang dituduhkan kepadanya. Video yang dipermasalahkan terjadi tiga tahun yang lalu dan digemparkan secara eksklusif.

UAS telah memberikan klarifikasi menganai tuduhan yang diterimanya dalam video “Klarifikasi tentang Anggapan Ustadz Abdul Somad Menghina Kristen /Menghina Salib” yang bedurasi 57 menit.

“Saya telah dilaporkan ke Polda Nusa Tenggara Timur kerena dianggap penista agama, sudah baca beritanya?” ujar UAS pada vidio tersebut.

Ustadz Abdul Somad pada video tersebut memaparkan beberapa poin klarifikasi.

“Yang pertama, itu saya menjawab pertanyaan, bukan saya membuat-buat untuk merusak hubungan, ini perlu dipahami dengan baik.

Yang kedua, itu pengajian di dalam mesjis tertutup, bukan di stadion, bukan di lapangan sepak bola, bukan di TV, tapi untuk interen umat Islam menjelas pertanyaan tentang patung dan tentang kedudukan Nabi Isa as. untuk orang Islam dalam al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.

Yang ketiga, pengajian itu lebih tiga tahun yang lalu, sudah lama dikajian subuh Sabtu di masjid An-Nur Pekanbaru karena saya rutin pengajian di sana, satu jam pengajian diteruskan dengan tanya jawab.” klarifikasi UAS dalam video tersebut.

Maka atas dasar itu, LAMR mempertanyakan pelaporan yang menimpa Datuk Seri Ulama Setia Negara.

“Atas dasar tersebut, kami mempertanyakan kenapa baru sekarang materi ceramah Ustadz Abdul Somad dipermasalahkan, setelah tiga tahun terjadi, apalagi ceramah itu bersifat eksklusif tertutup,” tutur Datuk Seri Al Azhar.

Datuk Seri Syahril juga menambahkan bahwa atas dasar tersebut pihaknya menduga bahwa ada kepentingan dibalik pelaporan terkait video ceramah UAS tersebut.

“Tapi kami yakin, berbagai pihak masih memiliki niat baik agar masalah ini tidak mencederai hubungan harmonis anak bangsa, sehingga bisa diselesaikan secara baik,” tutup Datuk Seri Syahril.

Tinggalkan komentar