Pasang iklan

Panglima TNI Luncurkan Pesawat Hercules untuk Water Bombing Karhutla Riau

Gema.id Riau – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebutkan bahwa pihaknya akan menerjungkan pesawat Hercules untuk pengeboman air sebagai upaya mempercepat pemberhentian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang meluas di sejumlah daerah di Provinsi Riau.

“Kita ada upaya-upaya dengan mengerahkan Hercules untuk melaksanakan pengeboman dengan bola air,” ucap Panglima TNI Roesmin Nurjadin saat berada Pangkalan Udara, Pekanbaru, Senin (12/8/2018).

Jenral TNI bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Munardo, serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya datang Riau untuk meninjau upaya penanggulangan karhutla.

Baca juga: Polda Riau Tetapkan 28 Tersangka Karhutla Riau: 1 Perusahaan dan 27 Orang

Setiba mereka di Riau, Hadi bersama rombongan mencermati penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru serta Gubernur Riau, Syamsuar.

Berdasarkan pemaparan tersebut, Jenderal TNI menyimpulkan bahwa cuaca di Provinsi Riau akan seikit panas sampai di akhir Oktober 2019 mendatang.

Bahkan, untuk melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) menghasilkan hujan buatan baru bisa dimungkinkan untuk dilakukan pada awal bulan depan.

“Setelah kami dapat informasi dari BMKG, bahwa kemungkinan curah hujan itu akan bisa kita kelola untuk TMC pada awal Oktober. Bulan ini sampai Oktober mengalami kekeringan. Sehingga upaya kita adalah melaksanakan bom air (water bombing),” kata Roesmin Nurjadin.

Baca juga: Api Karhutla Tak Bisa Dipadamkan dengan Gerimis, Bupati Pelalawan Imbau Sholat Istisqa

Upaya yang dapat dilakukan untuk menggulangi bencana kebakaran adalah melakukan pemadaman di titik-titik api dengan jalur dara dan udara (pengeboman air atau water bombing).

Untuk sekarang ini, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Riau melakukan operasi pengeboman air menggunakan tujuh helikopter BNPB dan sejumlah helikopter berasal dari perusahaan dan KLHK.

Akan tetapi, Hadi mendapatkan laporan,cara penanggulangan Karhutla dengan menggunakan helikopter kurang karena sumber air dan jarak ke lokasi Karhutla cukup jauh.

Baca juga: Kapolri Bersama Panglima TNI Kunjungi Karhutla Riau

“Water bombing pun kita melihat sumber air sampai kebakaran cukup jauh. Sehingga ada upaya-upaya dengan mengerahkan Hercules,”kata Roesmin Nurjadin.

Dijadwalkan, rombongan Panglima TNI beserta rombongan direncanakan akan mengunjungi daera yang terdampak karhutla di Pelalawan.

Wilayah tersebut mengalami kebakaran yang sangat parah sepanjang Agustus 2019 ini dan menjadi merupakan penyumbang kabut asap di kabupaten Pekanbaru dan sekitarnya.

Laporan dari Satgas Karhutla Riau menerangkan bahwa lebih dari 4.900 hektare lahan yang mayoritas gambut diakar di wilayah tersebut sepanjang 2019 ini.

Baca juga: Warga Pekanbaru Laksanakan Shalat Idul Adha di Tengah Kabut Asap

Lebih dari 2.000 hektare diantaranya terjadi dalam rentang waktu bulan Juli-Agustus 2019.

Parahnya kebakaran di Riau mengakibatkan kabut asap yang menyelimuti sejumlah daerah di wilayah itu. Salah satu wilayah yang terparah diselimuti asap adalah Pekanbaru dan sekarang ibu dari kota Provinsi Riau tersebut telah ditetapkan sebagai status darurat kabut asap.

Tinggalkan komentar

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)