Pasang iklan

Usaha Galian C Ilegal Menggerogoti Kuansing, RTRW Kabupaten/Kota Tak Selaras Provinsi Riau

Gema.id Kuantan Singingi – LSM Suluh Kuansing menyayangkan penambang illegal yang talah merusak alam Kuasin dengan mengguakan alat berat.

Menurut pengakuan Nerdi Wantomes, pihaknya telah mendapatkan beberapa titik sebagai objek tambang secara ilegal.

Diantara temuannya tersebut, Nerdi menyebutkan, ada yang tersebar dibeberapa kawasan di Jake, Petapahan dan Muara Lembu. 

“Kami sudah mendatanya, di Gunung Toar ada dua titik, di Desa Petai dua titik, di Jake dua titik serta di Logas juga ada dua titik, “ tutur Nerdi ketika dikonfirmasi, Selasa (13/8/19) sore.

Baca juga: Kuansing, Inhu dan Inhil Evaluasi Kinerja BPJS

Pada konfirmasi tersebut, Nerdi terkesan enggan membeberkan pemilik dari tambang illegal tersebut.

“Nama-nama pemiliknya nanti akan saya beberkan dalam laporan ke instansi terkait, “ ungkap Nerdi. 

Ia membeberkan bahwa telah mepersiapkan bukti-bukti dari aktivitas tambang itu. Serta kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh tambang tersebut. 

Baca juga: Kantor dan Rumah Jabatan Walikota Dumai Digeledah, KPK Tenteng 2 Koper dan 1 Kardus

Dari semau temuan hasil penelusuran pihaknya, ujar Nerdi, usaha tambang emas ilegal ini yang paling banyak menagkibatkan kerusakan. Selain itu juga terdapat usaha tambang yang mengambil pasir batu alias sirtu. 

“Bahkan kami telah menemukan tumpukan batu siap jual dipinggir jalan. Luar biasa, dalam kapasitas banyak, “ ujar Nerdi. 

Baca juga: Wakil Gubernur Riau Terjun Langsung pada Operasi Penertiban Kebun Kelapa Sawit Riau

Parahnya lagi ungkapnya, khusus di wilayah Petapahan penambang ini menggunakan jalan produksi yang dibuat oleh Pemkab Kuansing untuk menyalurkan hasil tambangnya.

Bebatuan dari hasil tambang tersebut, tambahnya, dibawa ke berbagai daerah untuk dijual termasuk ke kabupaten Inhu dan Pelalawan. 

Sedangkan emas yang mereka dapatkan dari tambang ilegal tersebut dipasarkan di wilayah Lubukjambi dan Telukkuantan. 

“Itu hasil penelusuran kami sementara, “ tambahnya. 

Baca juga: BKD Riau Rekrut 328 CPNS dan PPPK di 2019

Seluruh Usaha Tambang Galian C ini tidak meiliki izin dari kabupaten Kuansing. 

Sama seperti dengan pemberitaan sebelumnya, usaha penambangan emas, pasir dan kerikil (galian C) di pinggiran Sungai Kuantan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) saat ini dapat dipastiakan bahwa tidak ilegal.

Meskipun jenis tambang pasir dan kerikil ini cukup banyak di Kuansing, sehingga diharapkan bisa mendatangkan pendapatan tambahan dari segi retribusi ke daerah. 

Akan tetapi akibat banyaknya usaha tambang pasir dan kerikil yang tidak mempunyai izin, mengakibatkan para tambang tidak dapat dipungut retribusi. 

Baca juga: Komisi II DPRD Siak: Bupati Harus Cabut Izin PT DSI

Hal senada juga diungkapkan oleh Plt Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja pada Senin (12/8/19) kemarin.  bahwa usaha galian C yang ada Kuasing tidak memiliki izin.

“Tambang galian c yang ada saat ini dapat dipastikan bahwa tak ada izin, “ katanya.

Bukan hanya tambang yang ada di sungai kuantan, bahkan tambang pasir dan kerikil yang berada didaratan juga tak mempunyai izin.

Tutur Mardiansyah, hingga saat ini belum surat rekom yang diterbit oleh Bupati Kuansing untuk pengurusan izin. 

Baca juga: Panglima TNI Luncurkan Pesawat Hercules untuk Water Bombing Karhutla Riau

“Izin pertambangan itu kan di provinsi, kabupaten hanya merekom saja. Nah, rekom ini belum ada dikeluarkan oleh bupati, “ ujar Mardansyah. 

Mardansyah menambahkan bahwa persoalan diakibat belum terealisasinya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kota disebabkan tidak selarasnya dengan RTRW Provinsi Riau.

Sehingga banyak izin galian C yang tidak dapat diterbitkan karena masih menanti RTRW kabupaten kota disesuaikan dengan RTRW Provinsi yang terbaru. 

Sementara , Rustam selaku Kadis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga membenarkan bahwa sejumlah usaha Galian C yang masih beroperasi di wilayah Kabupaten Kuansing belum memliki izin.

Meski di wilayah Kuansing banyak tambang  Galian C yang tidak punya izin yang resmi, namun dilapangan meraka tetap beraktivitas dengan alasan memenuhi kebutuhan material pembangunan daerah. 

Tinggalkan komentar